English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

sambutan

With infinitely grateful that there is no presence of God Almighty, though its nature is very simple, but truly pure intentions and its contents, because he intended to uphold the banner of the greatness of God and rosulNya sentence.
There is a saying: It is not a lot of it good, that's what a lot of good

Dengan bersyukur yang tiada terhingga kehadirat Allah swt, Walau sifatnya sangat sederhana sekali, tetapi niat dan isinya sungguh murni, karena ia dimaksudkan untuk menegakkan kebesaran panji-panji Kalimah Allah dan rosulNya.
Ada pepatah: Bukanlah yang banyak itu baik, yang baik itulah yang banyak

QURUN IV-XIV

START UP QURUN 4 QURUN 14 Syiar victory of Islam  began to fade, because this tahqiq deeds began to be influenced human reason are less mature and poisoned culture of other cultures that do not match
so that today the Muslims do not know anymore will "doctrine of Secrets (Sirr) lord" we were, j.. i. methods or how to unite the spiritual (inner) with Allah swt. the mighty Akbar, technique or system means perhuungan (komonikasi and contacts) that tahqiq between servant and God.
Muslims now far Leih concerned "skin" of Islam, up to the level of universities, such as Al ...., and others. Are only concerned with Shari'a laws only and if the science of Sufism shelled, only a theoretical science (theoritise kennise) only, so that science can not be fruitful and successful in daily life in a practical and real.
Here also lies the collapse of the Islamic forces, although the "skin" of his (her Zahir) keudayaannya towering look, mosque, mosque were large, but spiritual (his mind) is not solid anymore like in the early development of Islam.
because of that, here we recommend for the sake of power, glory and greatness of Islam, for the sake of safety and kepenghuluan Islam, in order to return to reality to work and practice-practice Our Great Prophet, for diamalkan really very careful at all, so that the legal victory re-apply again for us.

Errors, omissions and lameness Islamic Ummah today which resulted in weakness, defeat, and even lead to the collapse and destruction, once again is that, because the only important laws alone, culture, society, economy, whereas his own deeds, which have been inherited and heritage of Junjungsn our Great Prophet, the prince of all the Prophets / Apostles, the far left.
So the Ummah today does not understand, that the practice LEGACY (PUSAKA) this is the ONLY Mustika, KEY ISLAMIC VICTORY, which should HAVE TIME AND NOTICE OF PARTIES AND MAIN.
Even sometimes considered that the "practice-practice LEGACY" These are not mere voluntary means, at the most to get a bite of rice, morning and evening.
OTHERWISE we always look at the facts, evidence and concrete realities, that the essential, precisely THIS deeds that determine the success of a job, even though pekrjaan what, even CAN CHANGE THE CLIMATE OF GOD desired direction (like in theera The Apostle), because the charity is, as described above, has been arranged and terkiblat all our senses kehidirat God Almighty., So God kondrat air ionization with him, with the vibration energy and dynamics of the Supreme Akbar, ready addressed on the goals and objectives who lived.
Like an electric sentaral send its electron-elekttron berionisasi in "hoogsspanning" cord and can destroy something that must be destroyed, and if necessary to move the energy giant ditransformirkan an amazing world. not in the shortest possible time, the Apostle of climate change the country "ignorance" (barbarian) to state "Baldatun thaiyibatun warabun ghofuur" (air-virtue / affluent) and Mercy (diridloi) God)

Right: The Prophet in his syareat very struggling day and night succeed this great job, BUT THIS IS THE END OF ACTIVITY base: because if the base vibrates, the tip will be more intense shaking. (vibration tip is his business syareat).
Let us carefully to hear the speech of Prof. Oberon from America, who say with full confidence:
"IF IN INDONESIA Muslims practice BACK REAL SECRET SECRET VICTORY PROPHET-AMOUNT, MUST BE JAYA INDONESIA SEJAYA-prime AND BECOME A COUNTRY THAT CAN NOT BE contested, BECAUSE THEY ARE NOT IN THEORY, BUT IN REALITY WITH COMPASSION WITH AKBAR divine nature"

MULAI QURUN 4 SAMPAI QURUN 14 Syiar kemenangan Islam mulai luntur, karena amalan yang tahqiq ini mulai dipengaruhi akal manusia yang kurang matang dan diracuni kebudayaan kebudayaan lain yang tidak serasi,
sehingga zaman sekarang ini ummat Islam tidak mengetahui lagi akan "ajaran Rahasia (Sirr) junjungan" kita itu, j..i. metode atau cara memperhubungkan rohani (batin) dengan Allah swt. yang maha Akbar, tehnik atau sistem cara perhuungan (komonikasi dan kontak) yang TAHQIQ antara Hamba dan Allah.
Orang Islam sekarang ini jauh leih mementingkan "kulit" dari Islam, hingga kepada tingkat Universitas-Universitas, seperti Al ...., dan lain-lain. Hanya mementingkan hukum-hukum syariat saja dan jika ilmu Tasawuf dikupas, hanya merupakan ilmu teoritis (theoritise kennise) saja, sehingga ilmu ini tidak dapat berbuah dan berhasil dalam kehidupan sehari-hari secara praktis dan riel.
Disinilah pula letaknya keruntuhan kekuatan Islam itu, walaupun pada "kulitnya"-nya (zahir-nya) keudayaannya kelihatan menjulang tinggi, mesjid-mesjidnya besar-besar, tetapi rohaninya (batin-nya) tidak kokoh lagi seperti pada awal berkembangnya Islam.
kare itulah, disini kami menganjurkan demi kekuatan, kejayaan dan kebesaran Islam, demi keselamatan dan kepenghuluan Islam, agar kembali dengan realitas kepada pekerjaan-pekerjaan dan amalan-amalan Nabi Besar Kita, agar sungguh-sungguh diamalkan dengan amat teliti sekali,supaya hukum kemenangan itu  kembali berlaku lagi bagi kita.
Kesalahan, kekurangan dan kepincangan Ummat Islam dewasa ini yang mengakibatkan kelemahan, kekalahan, bahkan menuju kepada keruntuhan dan kehancuran, sekali lagi ialah, karena hanya mementingkan hukum-hukumnya saja, kebudayaannya, kemasyarakatan, ekonominya, sedangkan amalannya sendiri, yang telah diwarisi dan pusaka dari Nabi Besar junjungsn kita, Penghulu segala Nabi-Nabi / Rasul-Rasul itu, jauh ditinggalkan.
Sehingga Ummat sekarang tidak mengerti, bahwa AMALAN WARISAN (PUSAKA) inilah SATU-SATUNYA MUSTIKA, KUNCI KEMENANGAN ISLAM, yang SEMESTINYA MENDAPAT WAKTU DAN PERHATIAN YANG ISTIMEWA DAN UTAMA.
Bahkan kadangkala dianggap bahwa "AMALAN-AMALAN WARISAN"  ini sunnat belaka yang tidak berarti, Paling banyak untuk memperoleh sesuap nasi, pagi dan petang.
SEBALIKNYA kami selalu melihat fakta-fakta, bukti-bukti dan realitas-realitas yang kongkrit, bahwa pada HAKIKINYA, JUSTRU AMALAN INILAH  yang menentukan sukses dari suatu pekerjaan, walau pekrjaan apa sekalipun, bahkan DAPAT MERUBAH IKLIM NEGARA KEARAH YANG DIKEHENDAKI TUHAN (seperti pada zaman Rasul) , karena dalam beramal itu, seperti yang telah diungkapkan diatas, telah tersusun dan terkiblat seluruh panca indra kita kehidirat Allah swt., Sehingga kondrat Allah ber-ionisasi dengannya, dengan getaran energi dan dinamika yang Maha Akbar, siap ditujukan pada tujuan dan sasaran yang dihayati.
Bagaikan suatu sentaral listrik mengirim elektron-elekttron-nya berionisasi di "hoogsspanning" kabelnya dan dapat menghancurkan sesuatu yang harus dimusnahkan, dan jika perlu dapat ditransformirkan menggerakkan tenaga raksasa yang mengagumkan dunia. bukankah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, Rasul merobah iklim negara "jahiliah" (biadab) menjadi negara "Baldatun thaiyibatun warabun ghofuur" (ber-kebajikan /makmur) dan Ampunan (diridloi) Tuhan)
Benar : Nabi secara syareat-nya sangat berjuang siang dan malam mensukseskan pekerjaan agung ini, TETAPI KEGIATAN INI ADALAH UJUNG DARI PANGKALNYA : karena jika pangkal bergetar, ujung akan lebih hebat bergetar . (getaran ujung ini adalah usaha secara syareat nya).
Coba kita dengan seksama mendengar ucapan Prof. Oberon dari Amerika, yang mengucapkan dengan keyakinan penuh:
" JIKA UMMAT ISLAM DI INDONESIA SESUNGGUHNYA KEMBALI MENGAMALKAN RAHASIA-RAHASIA KEMENANGAN NABI BESARNYA, PASTI INDONESIA AKAN JAYA SEJAYA-JAYANYA DAN MENJADI SUATU NEGARA YANG TIDAK DAPAT DITENTANG, KARENA MEREKA BUKAN DALAM TEORI SAJA, TETAPI DALAM REALITAS BESERTA DENGAN KODRAT ILAHI YANG MAHA AKBAR"